Virus kini tidak hanya bisa 'membunuh' gadget
mobile atau komputer di rumah Anda. Virus jenis baru bernama ransomware
diklaim bakal membawa kerugian sebenarnya bagi pengguna internet.
Menurut pakar keamanan internet, Bogdan Botezatu, ransomware adalah
ancaman terbesar yang menyerang konsumen internet global. Hal ini cukup
ironis, sebab senjata utama dari virus ini adalah enkripsi atau
teknologi yang awalnya dibuat untuk melindungi data konsumen.
"Cukup ironis melihat teknologi enkripsi yang diciptakan untuk
membuat kita aman justru dipakai untuk menyerang kita," ujar Bogdan,
Techradar, (17/03).
Virus berbasis enkripsi tersebut bila menyerang gadget tidak hanya
melumpuhkannya tetapi juga menguncinya. Nah, untuk membuka 'gembok' yang
menutup akses ke gadget itulah biasanya hacker yang mengirim ransomware
akan meminta tebusan.
"Bila para hacker itu tidak masuk penjara terlebih dulu, hampir semua
hacker pengirim ransomware akan meminta tebusan uang atau Bitcoin,"
lanjut Bogdan.
Bogdan menjelaskan bila setiap harinya ada 2000 ransomware baru yang
dibuat oleh hacker. Celakanya, setiap ransomware diklaim unik dan
berbeda satu sama lain. Alhasil, upaya pemberantasan virus ini lebih
sulit dari jenis virus lain.
Untuk melindungi gadget dan PC dari serangan ransomware, Bogdan
menyarankan pengguna selalu menginstal antivirus di smartphone, tablet,
hingga laptop.
Bila hal itu terlambat dilakukan, hal buruk seperti kematian pun bisa
mengintai. Bogdan mengatakan bila hingga saat ini sudah ada tiga orang
yang meninggal akibat ransomware. Ketiganya dicurigai bunuh diri
ketimbang menyerah pada tuntutan hacker.
Source : merdeka.com